$type=slider$snippet=hide$cate=0$meta=0$show=home

Birth of Muhammad (bagian 1)

Bagikan :


Rohmad Soleh
Yaa Nabi salam alaika                   Yaa rasul salam alaika
Yaa habib salam alaika                 sholawatullah alaika

Senandung nada lagu salawat tersebut menghiasi langit kampungku yang berasal dari cerobong speaker masjid dan musholla, tidak hanya dikampungku saja, dari kampung sebelah pun terdengar dalam telingaku nada yang sama. Terbersit dalam benak pikiranku, malam ini kan malam selasa kok ada bacaan salawat menggema dari masjid dan musholla (yang biasanya dikampungku bacaan tersebut dibacakan tiap malam Jum’at dan Senin). Setelah aku bertanya dengan Ibu dan nenek, ternyata malam ini adalah malam tanggal satu bulan Rabi’ul Awal (Mulud orang desa mengenalnya).

Masya Allah . . . terucap kata dari bibirku. Tak terasa bulan Maulud telah tiba, bulan Rabiul Awal adalah bulan dimana junjungan umat Islam di dunia dilahirkan yaitu baginda Nabi Muhammad SAW yang dikenal oleh umat Islam sebagai nabi akhir zaman dan nabi yang diberi mukjizat Alqur’an oleh Allah SWT serta nabi yang diutus oleh Allah SWT sebagai nabi pembawa rahmat bagi sekalian alam. Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekah di waktu fajar sodiq tepatnya tanggal 12 Robiul Awal tahun Fiil bertepatan dengan tanggal 21 April 571 M dari pasangan Aminah dan Abdullah. Tahun kelahiran Muhammad dinamakan tahun Fill dikarenakan pada waktu itu di kota Mekah terjadi peristiwa penyerangan oleh Raja Abrahah yang berinisiatif menghancurkan Kakbah dengan tentara gajahnya. Insiden invasi Raja Abrahah tersebut diabadikan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya, surat Al Fiil.

Bulan Rabiul Awal memang bulan istimewa bagi umat Islam selain bulan-bulan lain yang juga dianggap istimewa, seperti halnya bulan Ramadhan. Dimana pada bulan Ramadhan umat Islam di seluruh dunia yang sudah amencapai usia aqil baligh diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Kemudian bulan syawal, di bulan ini umat Islam merayakan hari kemenangannya setelah satu bulan penuh melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan memperingati Hari Raya Idul Fitri. Selain kedua bulan tersebut, juga ada bulan yang dikenal dengan bulan Haji (Dzul Hijjah), di bulan ini umat Islam seluruh dunia yang istatho’a atau mampu dari segi finansial, fisik dan mental diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, Mekah dan Madinah. Dan di bulan ini juga diperingati sebagai perayaan Hari Raya Idul Adha atau kurban. Dan beberapa bulan Islam lain yang dianggap istimewa oleh umat Islam.

Di bulan Maulud ini, orang-orang di dunia baik kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan tua pada ramai-ramai melantunkan salawat  sesuai dengan tradisinya masing-masing. Di Indonesia biasanya di masjid-masjid, musholla dan juga di rumah-rumah dipadati dengan bacaan albarzanji atau diba’. Albarzanji dan diba’ adalah kedua kitab yang disusun dan ditulis oleh ulama kenamaan Timur Tengah, keduanya menceritakan sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW. Di seantero langit Indonesia selain dimeriahkan dengan lantunan bacaan-bacaan tersebut, juga terlihat semarak dengan perayaan pengajian-pengajian baik yang diselenggarakan oleh masjid, musholla, pondok pesantren, sekolah, yayasan islam juga dari instansi pemerintah yang ada. Acara layar kaca pun ikut memeriahkan perayaan Maulid Nabi di Indonesia pada bulan ini. Kesemuanya itu dilakukan untuk menghormati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Muhammad SAW merupakan tokoh teragung dalam agama Islam, karena beliau dianugerahi beberapa kelebihan oleh Allah SWT yang tidak diberikan kepada umatnya. Mulai dari pribadinya yang sangat mulia, sikapnya yang lemah lembut, tutur bicaranya yang santun, perangai yang selalu mencerminkan kebaikan dan kejujuran, dalam diri beliau terdapat suri teladan bagi umatnya dan kasih sayang selalu terpancar dalam jiwanya. Begitu agung dan mulia Nabi Muhammad SAW sehingga patut dijadikan pemimpin umat Islam di dunia untuk sepanjang masa. Meskipun beliau sudah meninggal beberapa abad silam, namun keberadaan beliau terasa masih ada dan dekat dengan umatnya yang selalu melantunkan bacaan-bacaan salawat atasnya. Hal itu terasa amat sangat kentara sekali dengan dibuktikan di setiap tahunnya terutama pada bulan Maulud. Pada bulan Maulud seperti sekarang ini, umat Islam di dunia beramai-ramai menyemarakkan bulan kelahiran nabinya, serasa mengharapkan rahmat Allah atas bacaan-bacaan yang mereka baca kepada junjungannya (Muhammad SAW).

Hari ini, Jum’at tanggal 30 Maret 2007 sekitar pukul 16.00 WIB aku berkumpul dengan teman-teman PMII Unissula di depan gedung FAI, sembari menunggu teman-teman yang belum datang aku dan teman-teman yang sudah hadir berjalan menuju ke tempat dimana bus kampus mangkal (disebelah gedung Rektorat), sesampainya pada tempat dimana bus kampus biasa mangkal, akhirnya kami semua pun masuk dan naik bus setelah teman-teman sudah pada datang semua. Bus pun melaju dari kampus Unissula menuju tempat dimana teman-teman mengadakan acara PKD yaitu di PP. Al Mansyur yang beralamatkan di Kauman Ungaran Semarang. Beberapa menit dari perjalanan (lebih kurang setengah jam) dan ketika bapak sopir membelokkan arah kanan yang kedapatan Lampu Traffic Light dan setelah melewati Alun-alun Ungaran akhirnya kami semua sampai di tempat yang kami tuju.

Hujan rintik-rintik membasahi bumi Ungaran, aku bersama teman-teman melangkahkan kaki menuju ke tempat dimana teman-teman santri biasa salat dan ngaji serta acara lainnya. Tempat ini boleh dikatakan sebagai masjid pesantren, karena bangunan ini dibuat seperti layaknya masjid atau musholla yang ada, di paling tengah depan terdapat tempat khusus untuk imam salat. Hawa dingin merasuk dan menyelimuti tempat yang berlantaitiga ini, aku pun duduk dan terbuai percakapan dengan teman-teman yang ada. Hujan masih mengguyur bumi Kauman Ungaran meskipun rintik-rintik, walaupun begitu azan pun tetap dikumandangkan ketika sudah memasuki waktu salat maghrib. Aku melihat salah satu santri mengumandangkan aza, sejurus kemudian para santri yang lain berdatangan untuk menunaikan salat berjamaah, tak ketinggalan pula denganku dan teman-teman pun terlibat dalam jamaah setelah muazin mengumandangkan lafal iqamah.

Waktu pagi sudah berlalu berganti dengan siang, waktu siang berganti sore dan waktu sore pun telah meninggalkan dari peredarannya dan hilang dari pandanganku berganti menjadi malam. Malam ini (jum’at malam) usai menunaikan salat maghrib berjamaah, aku berkumpul lagi dengan teman-teman seraya sambil minum teh yang sudah disediakan. Srutup....teh hangat yang aku tuang dalam gelas aku minum. Dalam suasana dingin semacam ini memang enak untuk membasahi sekaligus menghangatkan tubuh dengan teh hangat. Enak tenan.....

Yaa rasulallah salamun alaik      yaa rafiasy syani wad darani
Athfata yaa jiratal alami              yaa uhailal juudi wal karami

Lantunan prosa berbahasa arab itu menghiasi masjid pesantren yang dilagukan berulang-ulang oleh para santri. Dan setelah aku beranjak dari tempat duduk aku melihat teman-teman sebagian sudah ada yang bergabung dengan santri-santri yang sedang menyemarakkan malam hari kelahiran nabi akhir zaman, aku pun berjalan menghampiri teman-teman. Malam ini adalah malam tanggal dimana Nabi Muhammad SAW sang pemimpin umat Islam di dunia dilahirkan dan beliau mulai dikenalkan Allah SWT dengan dunia yang penuh cobaan ini. Bagaimana tidak dikatakan dunia yang penuh dengan cobaan, selama hidup beliau dalam menjalankan tugas kenabian dan kerasulannya sering mendapatkan cobaan-cobaan dari masyarakat sekitar beliau, mulai cacian, cemoohan, dihadang orang, di fitnah, hendak di bunuh dan lain sebagainya. Allah SWT memuliakan beliau diatas umatnya. Memang hidup itu adalah cobaan !

Tak terasa malam ini sudah tanggal 12 Maulud, batinku. Pada tahun-tahun yang lalu biasanya aku merayakan hari kelahiran nabi di masjid kampungku dengan melantunkan lagu-lagu salawat dan bacaan ayat-ayat surat Albarzanji bersama teman-teman jam’iyah baik di malam tanggal 12 Maulud maupun di pagi harinya. Alhamdulillah, meskipun aku tidak berada dirumah, tapi masih bisa merayakan kesemarakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salam sejahtera untukmu wahai utusan Allah, wahai nabiyullah, wahai abaz zahra, wahai tauladan umat Islam sepanjang zaman.
Orang Islam jikalau ingin hidup bahagia di dunia dan akhirat harus berjalan sesuai denga garis-garis atau rel-rel yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam syariatnya. Orang hidup harus sesuai dengan aturan-aturan atau norma-norma yang ada, baik dari Allah SWT dan Nabi (syariat), masyarakat (budaya atau adat istiadat) dan yanglainnya. Manusia diciptakan untuk saling mengenal antara satu dengan yang lainnya tanpa pandang bulu baik ras, suku, agama dan sebagainya. Dengan saling kenal mengenal hidup akan menjadi indah, dari keindahan tercipta suatu kecintaan untuk saling memadu kasih antar sesama.

Islam sendiri pun menganjurkan untuk saling mencintai antar sesama, yang mana prioritas dari kecintaan tersebut dibawah setelah kita mencintai Allah SWT, Rasulullah dan keluarga. Sudah menjadi kewajiban umat Islam untuk mencintai Allah dan Rasul-nya diatas yang lainnya, karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dapat mengantarkan kita kepada derajat yang sering diimpi-impikan oleh orang banyak yaitu derajat keluhuran. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tak dapat kita bantah lagi karena merupakan kewajiban serta keharusan yang harus kita tanamkan dalam hati dan kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga langkah hidup kita selalu dalam bingkai untuk selalu mencintai Allah dan Rasulullah. Aamiin...
Kampus Unissula,   April 2007.
Cerpen ini untuk kalangan sendiri guna memuliakan kelahiran sang Nabi.

KOMENTAR

Nama

Agenda,6,Agenda Rutin,2,Bahtsul Masail,3,Bangil,1,Banser,16,Berantas Karaoke,2,Cadar,1,cerpen,1,Dokumentasi,8,Ekonomi,2,Felix,1,Gus Dur,3,Gus Mus,2,Hari Pahlawan,1,Hari Santri Nasional,2,Hikmah,5,HTI,4,Humor,2,Islam Dunia,1,ISNU,2,Israel,1,Jokowi,1,Ke-Ansor-an,1,Ke-NU-an,2,kebangsaan,1,Kedutaan Israel,1,KH Sya'roni Ahmadi,2,KH. Said Aqil Siradj,2,Khilafah,1,Lowongan Kerja,1,Muamalah,1,Muslimat NU,1,Nahdlotul Ulama,1,NU,1,Opini,3,PBNU,1,Peristiwa,5,Pilihan,34,PKD dan Diklatsar,1,Pustaka,1,RSI NU Demak,1,sawah,1,Sejarah,3,Tausiyah,2,Terorisme,2,Tokoh,6,Tradisi,3,Ubudiyah,3,Video,1,Warta Lokal,17,Warta Nasional,7,Yahudi,1,
ltr
item
ANSOR PAC Karanganyar: Birth of Muhammad (bagian 1)
Birth of Muhammad (bagian 1)
https://1.bp.blogspot.com/-27xNrjcehRk/WorqHkJUesI/AAAAAAAAABk/wIGj5tMUqYoogr7THDpfPub3y2yQXnvHQCLcBGAs/s200/SAM_79351.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-27xNrjcehRk/WorqHkJUesI/AAAAAAAAABk/wIGj5tMUqYoogr7THDpfPub3y2yQXnvHQCLcBGAs/s72-c/SAM_79351.jpg
ANSOR PAC Karanganyar
https://www.ansorpackaranganyar.org/2018/02/birth-of-muhammad-bagian-1.html
https://www.ansorpackaranganyar.org/
https://www.ansorpackaranganyar.org/
https://www.ansorpackaranganyar.org/2018/02/birth-of-muhammad-bagian-1.html
true
110494691151744641
UTF-8
Semua postingan ditampilkan Postingan tidak ditemukan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Membalas Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan Lihat Semua Mungkin anda menyukai postingan ini LABEL ARSIP SEARCH SEMUA POSTINGAN Postingan yang sesuai tidak ditemukan Kembali ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Ahd Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des Sekarang 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 bulan yang lalu Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah terkopi ke komputer/gadget Tidak dapat mengkopi kode atau teks. selahkan pencet tombol [CTRL]+[C] (atau CMD+C untuk Mac) untuk mengnyalin